Trendology Show

Trendology
by
Natalia Kuntoro, Purana, OpiBachtiar, Barli Asmara

Fashion Festival selalu menghadirkan kreativitas dan inovasi para desainer Tanah Air dalam sebuah koleksi busana ready-to-wear dengan sentuhan tren terkini. Tahun ini JFFF mengangkat para desainer muda dalam show pembuka rangkaian fashion show di Ballroom Harris Hotel & Conventions. `Trendology` pada JFFF diakui selalu menampilkan para desainer muda yang menjadi panutan dalam tren industri mode Indonesia, trendsetter, menginspirasi khalayak banyak, dan memukau para pecinta mode akan karya-karya mereka yang tidak mudah tertandingi.

Natalia Kiantoro `State of Mind`
Pengalaman emosional dan bukan semata-mata realitas fisik, merupakan makna yang ingin diekspresikan Natalia Kiantoro dalam koleksinya. Terinspirasi dari ide gerakan seni ekspresionisme, hadirlah koleksi busana wanita bertajuk ‘State of Mind’, yang mendistorsi secara radikal perpekstif subyektif demi menimbulkan efek emosional serta membangkitkan mood maupun ide-ide para insan. Mengambil namanya sendiri sebagai label busana, Natalia Kiantoro mencakup jukstaposisi unsur-unsur kontras: feminitas dan maskulinitas, kerapuhan dan kekuatan sebagai DNA labelnya.

Purana by Nonita Respati `Dotsy-Bitsy`
Palet ragam flora gurun pasir serta paparan warna dan goresan sederhana lukisan kaum Aborigin berusia ratusan tahun dalam gua di Uluru, wilayah utara Australia, menjadi inspirasi koleksi Purana. Elemen seperti easy-wear kimono, outerwear, wide pants, sizeable shirt, dan sederet all-size dress basic dengan twist yang edgy, hadir dalam esensi wearable dan mudah dicerna. Tampilan topi lebar rajut bambu, aksesoris penuh warna dari Massicot dan sepatu sporty dari Marnova melengkapi total look koleksi Purana Fall/Winter 2017.

OpiBachtiar `Kozmic`
Representasi akan wanita kosmopolitan yang kuat  dengan napas spirit hippie ditampilkan Opi Bachtiar dalam tajuk ‘Kozmic’. Tema tersebut terbentuk atas inspirasi rasa damai, cinta, semangat kebebasan dalam suasana hiruk pikuk kota besar, namun pada waktu bersamaan rileks dan menakjubkan dengan gaya ekletik. Wujud busana yang ditampilkan adalah loose, berbentuk ala saputangan, serta dominasi bagian bawah, dengan penggunaan bahan katun, wooly crepe, katun linen, dan tulle dots.

Barli Asmara
Memulai hobi menggambar sejak belia telah membuat Barli Asmara menjadi salah satu desainer kenamaan Indonesia di usia muda. Craftmanship menjadi kekuatan karakter desainnya, sedangkan signature style Barli terletak pada detail handmade baik tekstur bahan, pengolahan payet, atau bordir. Perpaduan antara desain yang modern dan edgy menghasilkan rancangan busana wanita dengan sentuhan klasik dan sophisticated. 

18 April 2017 | pk. 18.00 WIB | Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading