Kaisar Dinasti Zhou Jadi Inspirasi Koleksi Danny Satriadi

JawaPos.com - Berbagai desainer fesyen menampilkan karya terbaik dalam Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2017. Danny Satriadi misalnya, pada ajang itu menampilkan karya yang terinspirasi dengan zaman dinasti Zhou di bawah pemerintahan Wu Zetian.

Wu Zetian atau lebih dikenal Empress Wu memimpin dari tahun 690-705 merupakan pemimpin kaisar wanita satu-satunya dalam sejarah Tiongkok. Inspirasi ini dituangkan dalam koleksi "Valiant" dengan gaya busana bertumpuk-tumpuk berwarna dan motif khas Tiongkok.

Keberanian sang kaisar untuk memerintah dengan tegas dan cerdas menginspirasi 35 tampilan Valiant yang dibagi menjadi 4 sequences.  Pada koleksi Spring-Summer 2018 ini, Arkamaya rancangan Danny Satriadi menampilkan koleksi busana pria dan wanita siap pakai dengan menyatukan batik cap motif kontemporer Cirebonan dan kain digital printing. Dia pun bekerja sama dengan ilustrator muda, Bernadet Putri untuk pembuatan motif digital printing yang didominasi oleh motif burung dan bunga krisan.

"Dalam motif Tiongkok, burung melambangkan kecantikan, keberuntungan, kebaikan, ketenangan, kebajikan, serta mengarah pada kedamaian dan pencerahan. Bunga krisan menggambarkan kasih sayang, persahabatan, dan energi kehidupan," jelas Danny di sela-sela konferensi pers JFFF 2017 di Hotel Harris Kelapa Gading, Minggu malam (23/4).

Ada pula teknik bordir, patchwork, dan aplikasi yang berupa penggunaan kancing dan pita. Warna-warna pastel menghiasi sequence pertama seperti hijau pastel beralih menjadi pink dan peach pasrel pada sequence kedua, didominasi oleh baby blue pada sequence ketiga, dan diakhiri dengan nuansa warna navy pada sequence keempat.

Koleksi ini bernapaskan etnik modern dengan potongan busana siap pakai untuk para perempuan Indonesia masa kini yang tetap menjunjung tinggi budaya. Dalam koleksi ini, Danny juga berkolaborasi dengan desainer aksesori Rinaldy A Yunardi dan perajin sepatu CYL.

"Ini menjadi tantangan untuk saya bagaimana mengawinkan desain bernuansa adaptasi Tionghoa dengan nuansa nusantara," katanya. (cr1/JPG)


Oleh: Rieska Virdhani/JawaPos.com