JFFF Majukan Industri Kuliner dan Fashion Jakarta

Jakarta- Perhelatan even tahunan Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) ke-14 kembali diadakan di pusat perbelanjaan Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara selama 30 hari penuh sejak 7 April hingga 7 Mei 2017.

Even tahunan yang selalu mengangkat tema industri kuliner dan mode pakaian itu kembali digelar atas kerja sama para pelaku usaha dengan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan, Pemprov DKI Jakarta dan diharapkan dapat memajukan sektor ekonomi kreatif di dua segmen itu.

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik menyebutkan komitmen dari pelaku usaha di Kelapa Gading menggelar JFFF yang berkelanjutan merupakan hal yang penting untuk terus menumbuhkan rasa optimistis masyarakat terhadap ekonomi Indonesia.

"Pendapatan PDB nasional Indonesia, kontribusi kedua segmen ekonomi kreatif ini mencapai Rp 852 triliun, sektor kuliner dan fashion memberikan kontribusi hingga 60 persen," ujar Ricky, Sabtu (8/4) malam di Mal La Piazza Kelapa Gading.

Ia menyebutkan sektor fashion menjadi sektor penopang ekspor dengan kontribusi 38 persen, dan apabila Indonesia bisa menjaga momentum positif dari pertumbuhan ekonomi kreatif maka angka prediksi dari lembaga dunia seperti World Economic Forum, Indonesia menjadi negara keempat dengan perekonomian tertinggi pada 2030 bukanlah mimpi belaka.

"Indonesia bisa menjadi market hub dan trend center dari kekayaan budaya fashion serta memperkenalkan makanan khas daerah," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Pemprov DKI Jakarta, Catur Laswanto menyebut pagelaran JFFF merupakan agenda wisata Ibukota tahunan yang selalu memberikan kontribusi positif dalam hal kunjungan turis maupun pergerakan ekonomi.

"Ekonomi kreatif di sekotor kuliner dan pakaian menempati posisi penting di APBD DKI Jakarta selama ini. Bahkan, menjadi pendapatan asli daerah (PAD) ketiga di Ibukota dengan nilai mencapai Rp 4,9 Triliun," kata Catur.

Sementara itu, Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adriyanto P Adhi menyebutkan pagelaran JFFF pada 2016 lalu saja memberikan omzet Rp 30 miliar untuk jajanan kampoeng tempoe doloe serta Rp 5 miliar untuk fashion kreatif.

"Dengan lintasan moda transportasi Light Rapid Transit (LRT) yang rampung pada 2018 dengan setengah jalur Velodrome-Pegangsaan Dua melintasi pusat perbelanjaan di Kelapa Gading akan semakin meningkatkan akses pariwisata belanja dan surganya kuliner dan fashion di Jakarta," kata Adriyanto.