Jakarta Fashion Food Festival 2017, Ajang Unjuk Gigi Industri Fashion dan Kuliner

INDOPOS.CO.ID - Gelaran Jakarta Fashion Food Festival (JFFF) 2017 kembali dihelat selama sebulan, sejak 7 April-7 Mei mendatang. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Catur Laswanto mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara pemerintah dengan pihak swasta dalam mewujudkan atraksi wisata yang berkualitas melalui ajang JFFF.

"Kami berharap ajang JFFF dapat mengangkat reputasi Jakarta sebagai pusat mode, pusat belanja, dan juga pusat kuliner," ujar Catur, dalam pembukaan JFFF 2017, Sabtu (8/4). Dia menyebut, ekonomi kreatif di sektor kuliner dan pakaian menempati posisi penting di APBD DKI Jakarta selama ini.

ā€¯Bahkan, menjadi pendapatan asli daerah (PAD) ketiga di Ibukota dengan nilai mencapai Rp 4,9 Triliun," kata Catur. Sementara itu, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Ricky Pesik menyebutkan, komitmen dari pelaku usaha di Kelapa Gading menggelar JFFF yang berkelanjutan merupakan hal yang penting untuk terus menumbuhkan rasa optimistis masyarakat terhadap ekonomi Indonesia.

"Pendapatan PDB nasional Indonesia, kontribusi kedua segmen ekonomi kreatif ini mencapai Rp 852 triliun. Sektor kuliner dan fashion memberikan kontribusi hingga 60 persen," ujar Ricky, di tempat yang sama.

Dia menyebutkan, sektor fashion menjadi sektor penopang ekspor dengan kontribusi 38 persen. Apabila Indonesia bisa menjaga momentum positif dari pertumbuhan ekonomi kreatif maka angka prediksi dari lembaga dunia seperti World Economic Forum, Indonesia menjadi negara keempat dengan perekonomian tertinggi pada 2030 bukanlah mimpi belaka.

"Indonesia bisa menjadi market hub dan trend center dari kekayaan budaya fashion serta memperkenalkan makanan khas daerah," katanya. Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adriyanto P Adhi menyebutkan, pagelaran JFFF pada 2016 lalu saja memberikan omzet Rp 30 miliar untuk jajanan kampoeng tempoe doloe dan Rp 5 miliar untuk fashion kreatif.

Menurutnya, melalui kegiatan itu, merupakan upaya memberikan ruang untuk para pengrajin dan pelaku industri kuliner dalam memamerkan produknya. "Kami juga berupaya meningkatkan kualitas para pelaku UKM dengan membuat kompetisi. Nantinya, 20 peserta pameran terbaik akan diberikan kesempatan otomatis untuk mengikuti ajang JFFF tahun depan," tutupnya