Inspirasi Jenahara dalam Membuat Koleksi Pakaian Muslim

Jakarta: Tren hijab di Indonesia saat ini sudah mulai berkembang dan beragam. Saat ini, bagi para pengguna hijab di Indonesia sudah tidak perlu khawatir akan ketinggalan zaman. Image hijab saat ini sudah tidak lagi dicap sebagai sesuatu yang ribet ataupun kuno. 

Salah seorang desainer busana muslim di tanah air Jenahara Nasution mengatakan bahwa tren baju muslim di Indonesia sendiri lebih mengutamakan sesuatu yang mudah dipakai. "Kalau trennya sendiri memang untuk pakaian muslim kalau aku lihat sekarang itu orang-orang ingin sesuatu yang lebih wearable sih," ujar Jenahara pada acara Preview Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Maret 2018. 

"Aku melihat semakin ke sini tuh orang-orang berhijab sudah enggak mau lagi pake baju yang ribet, yang konvensional gitu. Justru mereka ingin mencari produk-produk yang bisa menyesuaikan dengan aktivitas-aktivitas mereka," ujar Jenahara. 

"Makanya dari dulu kita kalau bikin koleksi enggak pernah bikin satu paket. Kita selalu bikinnya piece to piece. Kita mengharapkan dengan koleksi piece to piece kita ini orang-orang bisa terinspirasi lagi untuk bisa melakukan mix and match."

Pada acara JFFF kali ini, Jenahara sendiri akan membawakan koleksi dengan tema wanita. "Kenapa wanita, karena memang di sini kita sedang ingin memperkenalkan tiga sosok perempuan yang merepresentasikan Jenahara. Jadi kita punya nama untuk ketiga perempuan-perempuan ini."

"Jadi ada yang namanya Chloe, dari warnanya dia memang lebih feminin. Terus ada yang namanya Kira, dia itu lebih boyish atau lebih tomboy. Terus satu lagi ada namanya Lenox. Lenox itu koleksinya lebih minimalis, lebih edgy. Cocok dipakai orang ke kantor dan ketika ada acara setelah kantor, masih bisa dipakai."

Jenahara mengaku dalam membuat koleksi untuk JFFF ini dirinya terinspirasi dari kain tenun dari Nusa Tenggara Timur (NTT). 

"Di sini kita mengambil inspirasi dari kain tenun NTT. Konsepnya sih kita ingin gimana caranya kain ini bisa mewakilkan personality dari ketiga perempuan ini." 

Ia juga menambahkan "Kalau untuk pemilihan warna, memang kita menggunakan warnanya dibilang banyak sih enggak karena kita kan pake print. Cuma memang ada warna-warna yang mewakili dari setiap karakter ini, jadi dari yang warna-warnanya soft terus masuk ke warna-warna yang kaya warna biru lalu ke warna hitam."


Oleh: Raka Lestari