Budaya Tradisi Nusantara Semakin Dikedepankan di JFFF

JawaPos.com - Di ajang Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) tahun ini para desainer tanah air semakin inovatif dalam  menginterpretasikan budaya dan tradisi nusantara melalui beragam busana.

Untuk Fashion Festival rangkaiannya diawali dengan Fashion Village yang berlangsung  sejak 12-30 April 2017. Di sini terdapat  93 booth koleksi busana ready-to-wear terbaru dari para desainer Indonesia. Koleksi menggunakan ragam kain pelosok nusantara, hingga produk aksesori dari UKM, Deskranasda, dan sekolah mode.

Sementara untuk di pagelaran busana di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, rangkaiannya dimulai pada 18-26 April 2017. Di pagelaran ini desainer yang tampil dalam pagelaran busana tunggal yaitu Danny Satriadi, Irsan, Ivan Gunawan, Lulu Lutfi Labini, dan Musa Widyatmodjo.

Sementara untuk Food Festival, kuliner nusantara sangat ditonjolkan. Tahun ini, Kampoeng Tempo Doloe diselenggarakan mulai 7 April-7 Mei di La Piazza dengan tema dekorasi "Kampung Layang-Layang diikuti 101 peserta UKM dsn pengusaha kuliner. Ada 200 ragam menu nusantara yang tersaji.

"Ajang ini bertujuan menjadi jendela yang menampilkan kekayaan ragam budaya Indonesia, sehingga produk-produk dalam negeri tidak hanya dikenal dalam skala nasional tapi juga diakui oleh dunia internasional," kata Chairman JFFF, Soegianto Nagaria, Minggu (23/4).

JFFF yang sudah memasuki tahun ke-14 membawa misi mengangkat citra, harkat, dan martabat bangsa Indonesia melalui industri yang berbasis budaya. Apalagi komitmennya untuk mendukung industri Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perajin lokal dalam menghasilkan produk-produk kreatif dalam negeri yang dapat diterima secara global khususnya lewat industri mode dan kuliner. JFFF ini sudah berlangsung sejak 7 April 2017 dan akan berakhir hingga 7 Mei 2017 nanti di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara. (cr1/JPG)


Oleh: Rieska Virdhani/JawaPos.com